Cinta TerGenRe
(Cinta Terencana Ciptakan Generasi Berencana)
(Cinta Terencana Ciptakan Generasi Berencana)
Cinta merupakan sebuah frasa romantis yang digunakan
sebagai ungkapan pada tingkatan tertinggi dalam suatu hubungan spesial. Cinta
bukan saja sebuah ungkapan perasaan untuk saling memiliki, bukan pula kata yang
digunakan sebagai tameng untuk pemuas nafsu. Melainkan sebuah komitmen yang
didasari oleh rasa kasih dan sayang yang tulus antar keduanya dalam membangun
suatu hubungan
Untuk menjalin suatu hubungan yang terencana, maka
cinta itu hendaknya perlu direncanakan. Karena cinta yang dibangun tanpa
rencana bisa saja menjadi suatu bencana. Orang-orang yang tidak memiliki
perencanaan dalam hidupnya, sebenarnya tengah sengaja mendekati sumber bencana
itu. Bagaimana tidak? Apakah ada segala sesuatu ataupun tujuan yang berhasil,
tanpa adanya suatu perencanaan? Tidak. Tuhan menciptakan manusia dengan satu
kelebihan dibandingkan dengan makhluk hidup lainnya, yaitu dengan akal budi
serta kemampuan untuk berpikir sebelum bertindak. Tujuannya tidak lain agar
manusia itu dapat merencanakan kehidupan yang lebih baik bagi dirinya serta
lingkungan disekitarnya.
Dalam rangka sosialisasi Hari Keluarga Nasional XXV Tahun 2018 BKKBN mengadakan Kegiatan Meet Up BKKBN bersama Komunitas Fotografer dan Blogger dengan tema Cinta Keluarga, Cinta Terencana di Museum Penerangan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Tema kegiatan ini berkaitan dengan bagaimana membangun keluarga dengan Cinta Terencana. Pembangunan keluarga sehat dapat diawali dengan semangat Cinta Terencana, hal ini dapat diimplementasikan sejak masa remaja yang dianjurkan untuk merencanakan pernikahannya di usia yang cukup demi alasan kesehatan, sosial, dan ekonomi. Tidak hanya itu, program ini dilanjutkan dengan kegiatan perencanaan ketika sudah berkeluarga. Pasangan suami istri seharusnya dapat merencanakan kelahiran anak-anaknya sesuai dengan jangka waktu, kecukupan ekonomi dan kesehatan ibu dengan berbagai alasan yang logis dan rasional.
Melalui pemberian edukasi mengenai Cinta Terencana ini diharapkan agar tidak ada lagi remaja di Indonesia yang menikah dibawah umur serta diharapkan agar remaja mampu memiliki pandangan/pemikiran yang matang dalam membangun sebuah keluarga yang ideal.
MENGAPA ITU PENTING?
Pada era milenials ini, banyak kasus yang membuktikan bahwa terdapat pemahaman yang berbeda di kalangan remaja mengenai cara berpacaran. Mereka beranggapan bahwa perwujudan keseriusan cinta yang sesungguhnya antar pasangan itu diungkapkan dengan melakukan hubungan intim atau hubungan layaknya suami istri yang telah menikah. Hal inilah yang kemudian menyebabkan maraknya kasus pernikahan pada usia dini atau menikah muda. Hasil Riset Kesehatan Dasar Indonesia 2013 yang mencakup sampel 300.000 rumah tangga mencatat 2,6% perempuan menikah pertama kali pada usia 15 tahun, selain itu 29,3% menikah pada usia 15-19 tahun. Terdapat kehamilan penduduk perempuan pada usia kurang dari 15 tahun sebesar 0,02% dan kehamilan pada usia remaja (15-19 tahun) sebesar 1,97%
Menurut Psikolog Ine Idriani, M.Psi, para remaja yang memutuskan menikah di usia muda sesungguhnya belum matang untuk memikirkan kehidupan setelah pernikahan. Remaja cenderung memiliki emosi yang masih labil sehingga mereka akan lebih mudah mengalami setres
Lalu, Kapankah waktu yang tepat untuk mengedukasi anak terkait pendidikan pernikahan? Psikolog Ine Idriani, M.Psi menerangkan bahwa edukasi tentang pernikahan pada anak sebaiknya dilakukan saat anak mulai beranjak dewasa. Namun jelaskan secara bertahap serta berikan penjelasan bahwa pernikahan itu bukanlah hal yang mudah dan tanggung jawab setelah menikah lebih besar. Ine juga menyarankan ketika mengedukasi anak mengenai pernikahan sebaiknya jangan terlalu menakuti mereka, melainkan berikan edukasi mengenai bagaimana cara menciptakan pernikahan yang sehat.
Sekedar Cinta tak Cukup Buatmu Bahagia, mungkin ini dapat menjadi kata-kata dalam mengedukasi anak-anak kelak. Peranan keluarga tentu sangat besar demi terwujudnya Generasi Berencana yang tengah digadang-gadang oleh Indonesia. Perlu diketahui bahwa keluarga memiliki 8 fungsi utama dalam membentuk karakter anak-anak bangsa kelak, fungsi tersebut diantaranya:
- Fungsi Keagamaan
- Fungsi Sosial Budaya
- Fungsi Cinta Kasih
- Fungsi Perlindungan
- Fungsi Reproduksi
- Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan
- Fungsi Ekonomi
- Fungsi Pembinaan Lingkungan
BAGAIMANA MEMBANGUN KELUARGA IDEAL?
Ada 6 langkah atau cara yang dapat kamu lakukan untuk membangun keluarga yang ideal menurut BKKBN:
- Menikahlah di usia ideal. Usia ideal bagi wanita untuk menikah yaitu 21 tahun dan pria yaitu 25 tahun
- kembangkan hubungan sosial dengan pasangan, keluarga lain dan kelompok sosial
- Rencanakan jumlah anak dan berilah ASI eksklusif selama 6 bulan dan terus menyusui hingga 2 tahun
- Atur jarak kelahiran anak 3-5 tahun. Gunakanlah kontrasepsi
- Berhenti melahirkan jika sudah menginjak usia 35 tahun. Agar fokus untuk merawat anak lebih optimal
- Rawat dan asuhlah anak sedari balita dengan optimal
AYO KAWAN! Jadilah Generasi Berencana
Masa depan suatu bangsa ada di tangan generasi penerusnya
Melalui generasi berencana, remaja dibina dan diarahkan untuk mampu menjalani masa transisi kehidupan remaja. Masa transisi yang dimaksud tersebut dibagi kedalam 5 Transisi Kehidupan yaitu:
- Melanjutkan sekolah
- Mencari pekerjaan
- Memulai Kehidupan Berkeluarga
- Menjadi Anggota Masyarakat
- Mempraktikan Hidup Sehat
Maka dari itu jadilah generasi yang memiliki rencana kedepannya. Dengan memiliki rencana dan konsep yang telah tersusun matang, niscaya cita-cita dan tujuan bangsa untuk menciptakan generasi yang berencana dapat terwujud di Indonesia. Salam GenRe
" Rencanakan Cintamu untuk Kehidupan Keluarga yang Lebih Terencana. Saatnya yang Muda yang Berencana"







Comments
Post a Comment